LINUX UBUNTU OPENVPN
A. Learning objectives:
B. Preparation of Tools and Materials:
-VMware Workstation/VMware Player
-ISO LINUX UBUNTU 20.04.6 ( you can download it https://ubuntu.com/download/server)
Minimum Specifications:
RAM: 2 GB (recommended 4 GB)
Storage: 20 GB
Processor: Dual-core
Installation process:
ls lalu tekan tombol Enter. Perintah ini berfungsi untuk menampilkan daftar seluruh file dan folder yang terdapat di dalam direktori aktif tempat pengguna berada saat ini. Perhatikan dengan cermat hasil yang ditampilkan, dan pastikan bahwa terdapat file dengan nama openvpn-install.sh (atau nama lain jika sebelumnya disimpan dengan nama berbeda). Sebelum skrip ini dapat dijalankan sebagai program, sistem operasi memerlukan izin eksekusi terhadap file tersebut. Oleh karena itu, diperlukan langkah tambahan berupa pemberian izin eksekusi pada file skrip tersebut agar dapat dijalankan. Untuk memberikan izin tersebut, ketikkan perintah chmod +x openvpn-install.sh lalu tekan Enter. Perintah chmod +x berfungsi untuk menetapkan hak akses agar file openvpn-install.sh dapat dieksekusi sebagai program oleh sistem. Setelah proses instalasi selesai dilakukan, sangat penting untuk memverifikasi bahwa semua file dan konfigurasi telah berhasil dibuat dan disusun dengan benar. Untuk melakukannya, ketikkan kembali perintah ls dan tekan Enter. Perintah ini akan menampilkan file-file hasil dari proses instalasi, seperti file konfigurasi OpenVPN, sertifikat-sertifikat yang dihasilkan, serta file berekstensi .ovpn yang digunakan oleh klien untuk melakukan koneksi ke server OpenVPN.openvpn-install.sh, sistem secara otomatis akan memulai serangkaian proses konfigurasi interaktif yang bertujuan untuk menyesuaikan pengaturan server VPN sesuai kebutuhan pengguna. Pada tahap awal konfigurasi ini, skrip akan menampilkan beberapa pilihan alamat IP yang tersedia pada server. Pilihlah opsi nomor 1, yang biasanya merupakan alamat IP publik milik server yang digunakan untuk koneksi ke internet. Alamat IP ini nantinya akan berperan sebagai alamat utama yang digunakan oleh layanan OpenVPN. Ketik angka 1, kemudian tekan tombol Enter untuk melanjutkan. Selanjutnya, skrip akan menanyakan protokol jaringan yang ingin digunakan untuk koneksi VPN. Pada bagian ini, pilihlah protokol nomor 1, yaitu UDP. Protokol ini direkomendasikan karena memiliki performa yang lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan TCP dalam penggunaan koneksi VPN. Ketik angka 1, lalu tekan Enter. Setelah itu, sistem akan meminta untuk menentukan nomor port yang akan digunakan oleh layanan OpenVPN. Masukkan angka 1194, yang merupakan port standar (default) untuk OpenVPN dengan protokol UDP. Apabila tidak terdapat kebutuhan khusus untuk menggunakan port lain, maka disarankan untuk tetap menggunakan port bawaan ini. Ketik 1194, lalu tekan Enter. Langkah berikutnya adalah memilih server DNS yang akan digunakan oleh klien VPN saat terhubung ke jaringan. Pilih opsi nomor 2, yang umumnya merujuk pada Cloudflare DNS (1.1.1.1) karena dikenal memiliki kecepatan tinggi dan keamanan yang baik. Ketik angka 2, kemudian tekan Enter. Sebagai tahapan terakhir, sistem akan meminta untuk memasukkan nama klien, yang akan digunakan sebagai nama file konfigurasi .ovpn. Masukkan nama klien sesuai keinginan, misalnya: windows-team9, lalu tekan Enter. Nama ini nantinya akan menjadi identitas file konfigurasi .ovpn yang dapat digunakan di perangkat Windows untuk menghubungkan ke server VPN.systemctl start openvpn pada terminal, kemudian tekan tombol Enter untuk mengeksekusinya. Setelah layanan dijalankan, sangat penting untuk memastikan bahwa OpenVPN benar-benar berjalan dengan normal dan tidak mengalami kendala. Untuk melakukan verifikasi ini, ketik perintah systemctl status openvpn lalu tekan tombol Enter. Setelah perintah tersebut dijalankan, layar terminal akan menampilkan informasi status dari layanan OpenVPN. Apabila layanan berhasil dijalankan dengan baik, maka akan terlihat keterangan Active: active (running) pada tampilan status. Informasi ini menunjukkan bahwa layanan OpenVPN telah aktif dan sedang berjalan sebagaimana mestinya, serta siap digunakan untuk mengelola koneksi jaringan virtual privat (VPN).- PAGE 1
- PAGE 2
8. Setelah file konfigurasi windows-team9.ovpn disalin, langkah selanjutnya yang disarankan adalah memindahkan file tersebut ke dalam folder terpisah yang mudah diingat. Tujuannya adalah agar file konfigurasi ini tidak tercampur dengan file lainnya dan mudah ditemukan di kemudian hari. Untuk melakukan pemindahan, buka direktori tempat file windows-team9.ovpn berada, lalu klik kanan pada area kosong di folder tujuan yang diinginkan sebagai lokasi baru. Setelah itu, pilih opsi Tempel. Jika muncul jendela konfirmasi atau notifikasi selama proses pemindahan, klik OK atau Lanjutkan untuk menyetujui tindakan tersebut. Tunggu beberapa saat hingga proses pemindahan file selesai.
9. Setelah proses pemindahan file konfigurasi dengan nama
windows-team9.ovpn ke direktori tujuan berhasil dilakukan, tahap berikutnya adalah menjalankan aplikasi OpenVPN GUI untuk memulai koneksi VPN. Umumnya, ikon dari aplikasi OpenVPN GUI akan muncul di area notifikasi sistem, yang terletak di pojok kanan bawah layar komputer, tepatnya di bagian taskbar. Jika ikon tersebut tidak terlihat secara langsung, klik ikon panah atas untuk menampilkan ikon-ikon tersembunyi. Setelah ikon OpenVPN GUI—yang biasanya ditandai dengan simbol gembok—terlihat, lakukan klik kanan pada ikon tersebut. Kemudian, akan muncul sejumlah opsi menu. Arahkan kursor ke nama file konfigurasi yang telah dipindahkan sebelumnya, yaitu windows-team9. Dari opsi yang muncul, pilih Connect untuk memulai proses koneksi. Setelah opsi Connect diklik, aplikasi OpenVPN GUI akan segera menjalankan proses inisialisasi dan mencoba membangun koneksi ke jaringan VPN berdasarkan parameter yang terdapat dalam file konfigurasi tersebut. Pastikan untuk menunggu hingga proses koneksi selesai dan status berhasil tersambung ditampilkan, sebagai tanda bahwa koneksi VPN telah aktif dan siap digunakan.11. Langkah selanjutnya adalah membuka Command Prompt pada komputer client windows untuk melakukan verifikasi terhadap konfigurasi OpenVPN. Pemeriksaan dilakukan dengan menjalankan perintah
ipconfig, yang berfungsi untuk menampilkan informasi detail terkait konfigurasi jaringan pada perangkat. Apabila pada hasil keluaran perintah tersebut muncul alamat IP untuk Tunneling Adapter (biasanya ditandai sebagai 'TAP' atau 'VPN'), maka dapat dipastikan bahwa proses konfigurasi dan koneksi OpenVPN telah berhasil dilakukan dengan baik dan perangkat client telah terhubung ke jaringan privat melalui jalur tunneling.ping melalui jendela Command Prompt pada sistem operasi Windows. Untuk membuka Command Prompt, cukup tekan kombinasi tombol Windows + R pada keyboard, lalu ketik cmd pada kotak dialog yang muncul, kemudian tekan tombol Enter. Setelah jendela Command Prompt terbuka, ketik perintah ping google.com (tanpa tanda kutip), kemudian tekan Enter untuk menjalankan perintah tersebut. Perintah ini akan mengirimkan sejumlah paket data ke server Google dan menunggu tanggapan dari server tersebut, sambil mencatat waktu respons serta nilai TTL (Time To Live) dari setiap paket. Apabila muncul balasan dari google.com yang memuat informasi waktu dan TTL, maka hal tersebut merupakan indikasi bahwa koneksi internet melalui jaringan VPN berfungsi dengan baik dan bahwa perangkat memiliki akses ke sumber daya eksternal di internet secara normal dan stabil14. Setelah proses konfigurasi server OpenVPN berhasil diselesaikan, tahap selanjutnya adalah melakukan pembuatan berkas konfigurasi yang diperlukan oleh klien, dalam hal ini sistem operasi Linux. Proses ini dapat dilakukan dengan menjalankan skrip instalasi OpenVPN yang sebelumnya telah diunggah ke dalam sistem server Linux. Langkah pertama dimulai dengan membuka terminal pada server Linux, kemudian dilanjutkan dengan berpindah ke direktori tempat berkas skrip
openvpn-install.sh disimpan. Setelah berhasil berada di direktori yang sesuai, jalankan skrip tersebut dengan mengetik perintah ./openvpn-install.sh. Pastikan bahwa skrip tersebut memiliki hak akses untuk dieksekusi. Jika belum memiliki izin eksekusi, tambahkan perintah sudo di awal, sehingga perintah lengkapnya menjadi sudo ./openvpn-install.sh. Setelah skrip dijalankan, sistem akan menampilkan beberapa pilihan konfigurasi yang dapat dipilih. Untuk membuat konfigurasi khusus bagi klien, pilih opsi nomor 1, yang pada umumnya merupakan pilihan untuk menambahkan klien baru ke dalam sistem VPN. Setelah memilih opsi tersebut dan menekan tombol Enter, sistem akan meminta untuk memberikan nama bagi konfigurasi klien yang akan dibuat. Ketikkan team9 sebagai nama klien, lalu tekan Enter untuk melanjutkan proses. Skrip secara otomatis akan memproses perintah tersebut dan menghasilkan sebuah berkas konfigurasi klien dengan nama team9.ovpn (atau format nama serupa) yang akan disimpan di direktori /home/[nama pengguna]/ovpns/ pada sistem server Linux. Berkas konfigurasi inilah yang nantinya digunakan pada perangkat klien berbasis Linux untuk melakukan koneksi ke server VPN yang telah dikonfigurasi sebelumnya.Client Linux:
sudo openvpn --config team9.ovpn melalui terminal — maka langkah penting berikutnya adalah melakukan verifikasi terhadap alamat IP (Internet Protocol) yang saat ini sedang digunakan oleh sistem klien tersebut. Langkah verifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa koneksi VPN telah aktif dan berjalan sebagaimana mestinya, serta bahwa rute lalu lintas jaringan kini telah diarahkan melalui server VPN yang sesuai dengan konfigurasi. Untuk melakukan pengecekan terhadap informasi alamat IP ini, terdapat beberapa metode yang umum digunakan dalam lingkungan sistem Linux. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah dengan membuka terminal, lalu mengetik perintah ip a atau ip addr show, kemudian menekan tombol Enter. Perintah tersebut akan memunculkan daftar lengkap seluruh antarmuka jaringan yang tersedia dan aktif pada sistem, termasuk antarmuka virtual yang digunakan oleh koneksi VPN, yang biasanya ditandai dengan nama seperti tun0 atau tap0. Setelah daftar tersebut muncul, langkah berikutnya adalah mencari antarmuka jaringan yang berhubungan langsung dengan koneksi VPN. Pada bagian tersebut, akan terlihat informasi yang dimulai dengan label inet, yang menampilkan alamat IP internal yang ditetapkan ke antarmuka VPN tersebut. Alamat ini merupakan indikasi bahwa sistem telah berhasil terhubung ke jaringan VPN. Sebagai alternatif, jika perintah ifconfig telah terinstal di sistem, maka perintah tersebut juga dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Cukup jalankan perintah ifconfig, lalu identifikasi antarmuka VPN dalam daftar yang muncul, dan periksa alamat IP yang ditampilkan dalam konfigurasi antarmuka tersebut. Dengan melakukan langkah-langkah verifikasi ini secara seksama, maka dapat dipastikan bahwa koneksi VPN telah berhasil terbentuk, serta bahwa alamat IP publik yang digunakan oleh sistem telah berubah sesuai dengan pengaturan yang ditentukan dalam file konfigurasi VPN. Hal ini penting untuk menjamin keamanan, privasi, dan jalur komunikasi terenkripsi selama menggunakan jaringan publik maupun jaringan privat lainnya.team9.ovpn dari server OpenVPN menuju perangkat klien tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan protokol SFTP (SSH File Transfer Protocol), yang memungkinkan pengiriman file secara aman melalui jalur SSH langsung dari terminal Linux. Langkah awal dimulai dengan membuka terminal pada sistem Linux klien. Untuk memastikan bahwa seluruh perintah yang dijalankan memiliki hak istimewa administratif, jalankan perintah sudo su lalu tekan tombol Enter. Sistem akan meminta memasukkan kata sandi dari akun pengguna dengan hak administratif yang sedang digunakan di komputer klien. Setelah akses root berhasil diperoleh, proses transfer file dapat segera dimulai.Gunakan perintah berikut untuk memulai sesi SFTP: sftp root@103.84.207.88
Setelah perintah tersebut dijalankan, sistem akan meminta memasukkan kata sandi dari akun root pada server OpenVPN. Jika autentikasi berhasil, maka sesi SFTP akan terbuka dan siap digunakan untuk mentransfer berkas konfigurasi yang diperlukan. Untuk mengunduh file team9.ovpn ke sistem lokal pada komputer klien Linux, jalankan perintah berikut di dalam sesi SFTP: get team9.ovpn Perintah tersebut akan memulai proses pengunduhan berkas konfigurasi dari server ke direktori aktif pada sistem lokal. Setelah transfer selesai, berkas team9.ovpn akan tersedia di direktori kerja tempat perintah terminal dijalankan, yang secara default biasanya merupakan direktori home atau direktori aktif saat membuka sesi terminal.
Untuk keluar dari sesi SFTP setelah proses transfer selesai, jalankan perintah berikut: exit
Kemudian tekan Enter untuk mengakhiri koneksi SFTP. Setelah file team9.ovpn berhasil ditransfer ke sistem file pada komputer klien berbasis Kali Linux, berkas tersebut akan tersedia di lokasi sesuai dengan direktori tempat perintah get dijalankan. Jika tidak dilakukan perubahan direktori sebelumnya, maka secara default file tersebut akan tersimpan di direktori home pengguna.
team9.ovpn berhasil diunduh ke sistem operasi Linux yang berperan sebagai mesin klien, dan koneksi menuju server VPN berhasil dibangun menggunakan file konfigurasi tersebut—biasanya dengan menjalankan perintah seperti sudo openvpn --config team9.ovpn di terminal—maka langkah berikutnya yang sangat penting untuk dilakukan adalah melakukan verifikasi terhadap gateway yang digunakan oleh koneksi VPN tersebut. Gateway dalam konteks ini merujuk pada titik keluar dari jaringan yang dilalui oleh seluruh lalu lintas internet yang melewati sistem. Dengan kata lain, gateway adalah alamat jaringan yang dijadikan jalur utama untuk merutekan koneksi ke dunia luar melalui VPN. Memastikan bahwa lalu lintas jaringan benar-benar dialihkan melalui gateway VPN merupakan indikator bahwa koneksi telah terbentuk dengan benar dan bahwa data telah melalui jalur aman yang dienkripsi. Untuk melihat gateway aktif yang sedang digunakan, terdapat beberapa perintah terminal Linux yang umum dipakai. Dua di antaranya adalah:-
route -n -
netstat -rn
Jalankan salah satu perintah tersebut pada terminal, lalu tekan Enter. Sistem akan menampilkan tabel routing kernel, yaitu tabel yang menunjukkan bagaimana lalu lintas jaringan diarahkan dari dan ke mesin klien. Perhatikan baik-baik baris dalam tabel tersebut yang memiliki tujuan (Destination) berupa 0.0.0.0 atau default. Baris inilah yang menunjukkan jalur utama untuk lalu lintas internet. Kolom Gateway atau UG pada baris tersebut akan menampilkan alamat IP dari gateway yang sedang digunakan untuk merutekan semua lalu lintas jaringan. Jika koneksi VPN telah tersambung dengan benar, maka IP gateway tersebut harus mengarah ke alamat yang berasal dari jaringan VPN—bukan dari penyedia internet langsung. Dengan melakukan pemeriksaan ini, dapat dipastikan bahwa koneksi ke server VPN aktif dan lalu lintas data internet telah dialihkan melalui terowongan VPN yang aman. Langkah ini sangat krusial dalam memastikan bahwa komunikasi digital yang dilakukan telah berada dalam jalur yang terenkripsi dan tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
ip a atau ip addr show, lalu tekan tombol Enter. Perintah ini akan menampilkan daftar lengkap dari semua antarmuka jaringan aktif yang sedang digunakan oleh sistem, termasuk antarmuka VPN yang umumnya diberi nama seperti tun0 atau tap0. Temukan antarmuka VPN tersebut di dalam daftar yang ditampilkan. Di bawah nama antarmuka itu, akan terlihat informasi yang diawali dengan kata inet, diikuti oleh alamat IP yang saat ini digunakan dalam koneksi VPN. Alamat IP tersebut merupakan indikator penting bahwa koneksi VPN telah aktif dan berhasil dibangun. Dengan keberhasilan koneksi ini, lalu lintas jaringan dari mesin klien kini kemungkinan besar akan dialihkan dan ditransmisikan melalui jalur aman yang disediakan oleh server VPN, memberikan lapisan perlindungan dan privasi tambahan terhadap aktivitas jaringan yang berlangsung.ip a di terminal Linux, langkah selanjutnya yang sangat penting dan berguna untuk memastikan bahwa koneksi VPN telah berfungsi dengan semestinya adalah dengan melakukan pengujian koneksi. Pengujian ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa klien Linux mampu melakukan komunikasi keluar, yaitu menjangkau server eksternal melalui jalur VPN yang telah dibentuk. Untuk melakukan pengujian ini, buka terminal pada sistem Linux (jika terminal belum dalam keadaan aktif), kemudian jalankan perintah ping google.com dan tekan tombol Enter. Perintah ini akan mengirimkan serangkaian paket data ke server milik Google dan mengukur waktu respons yang diterima dari server tersebut. Jika terminal menampilkan balasan dari google.com, lengkap dengan informasi waktu respons (time) serta nilai TTL (Time To Live), maka hal ini menjadi indikasi kuat bahwa koneksi internet melalui VPN telah berhasil berfungsi dengan baik. Ini menunjukkan bahwa klien Linux telah mampu mengakses sumber daya eksternal di internet melalui terowongan VPN yang telah dikonfigurasi sebelumnya, dan komunikasi data dapat berlangsung tanpa hambatan.