SHARE HOSTING CONFIGURATION LINUX 20.04.6 ON VMWARE

LINUX UBUNTU 20.04.6 SHARE HOSTING



A. Learning objectives:

Shared hosting is a hosting service where multiple websites share the resources of a single physical server — such as CPU, RAM, and storage. This service is suitable for small to medium-sized websites such as blogs, small online stores, and personal portfolios.

B. Preparation of Tools and Materials:

Hardware: 

LAPTOP




Software:


-VMware Workstation/VMware Player



-ISO LINUX UBUNTU 20.04.6 ( you can download it https://ubuntu.com/download/server)

Minimum Specifications:

RAM: 2 GB (recommended 4 GB)

Storage: 20 GB

Processor: Dual-core


Installation process:

1. First set the virtual IP address on the server. The configuration of the IP address here can be seen on the ether2 interface, a virtual IP is created with settings like below, because it will read the interface directly. The ether1 interface will still be used to quickly read the configuration directly to the internet. with the command: nano /etc/netplan/00-installer-config.yaml



2. Then enter the IP address for the virtual IP ens37, for example using address 1: 10.10.10.11/24
address 2: 10.10.10.16/24
address 3: 10.10.10.20/24
if you have clicked ctrl+X, Y, and enter.


3. The netplan apply command is used to apply the network configuration that has been created, After editing the YAML file to set the IP address. run netplan apply so that the system actually uses the new settings.


4. The command ip a is a shorthand for ip address, and it is used in Linux-based systems to display the details of all network interfaces currently active on the system. When this command is executed, it returns detailed information such as interface names (e.g., lo, ens33, ens37), IP addresses (both IPv4 and IPv6), MAC addresses, broadcast addresses, subnet masks, and interface states (such as UP, DOWN, or UNKNOWN). This output helps users to identify how the system is connected to a network and which IP addresses are assigned to each interface. It is an essential tool for system administrators and network engineers to diagnose network issues or verify connectivity settings. The presence of multiple IP addresses (including secondary ones) or multiple interfaces suggests that the machine may be connected to different networks or is configured for routing, bridging, or virtualization purposes.


5. This command to install multiple essential services and utilities. When executed, it instructs the Advanced Package Tool (APT) to download and install three packages: bind9, dnsutils, and apache2. The bind9 package provides a DNS (Domain Name System) server that allows the machine to resolve domain names and act as a nameserver, which is essential for local DNS management. The dnsutils package includes command-line tools such as dig and nslookup that are useful for DNS querying and diagnostics. The apache2 package installs the Apache HTTP Server, one of the most widely-used web servers, allowing the system to host websites and serve web pages over the internet or a local network.


6. Running apt update ensures that your system has the most recent list of packages and updates, allowing it to install or upgrade software properly. Without running this command first, the system might attempt to install outdated versions or fail to locate new packages. The process is crucial for maintaining system integrity, ensuring compatibility, and avoiding issues during package installation or upgrade.


7. By running this command, the system resolves all dependencies, downloads the necessary installation files, and configures the software automatically. It also prompts the user for confirmation before proceeding, especially when additional disk space will be used or new packages will be installed. This command is often used when setting up a basic web server with DNS and browsing capabilities in a terminal-based environment.


8. Then enter the command cd /etc/bind to enter the etc/bind file. Then enter the command nano named.conf.local. The command nano named.conf.local is used to access the local DNS configuration file on the server, so you can add or modify DNS zone settings manually. This is an important step when you set up a DNS server using BIND9 on a Linux Ubuntu system.


9. Kemudian masukkan kata: 

zone "giri.net"{
type master;
file "/etc/bind/giri";
};
zone "mahida.id"{
type master;
file "/etc/bind/mahida";
};
zone "satria.org"{
type master;
file "/etc/bind/satria";
};
zone "10.10.10.in-addr.arpa"{
type master;
file "/etc/bind/ip";
};

Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.

10. Kemudian copy file ke dalam db.local giri, db.local mahida, db.satria, db.127 ip dengan perintah: 
cp db.local giri
cp db.local mahida
cp db.local satria
cp db.127 ip


11. Kemudian masuk ke dalam perintah nano giri, yang dijalankan di direktori /etc/bind adalah instruksi dalam sistem operasi berbasis Linux (seperti Ubuntu) untuk membuka atau membuat file teks bernama "giri" menggunakan editor teks Nano. Nano adalah editor teks ringan berbasis terminal yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengedit file teks langsung dari antarmuka command line (terminal). pengguna berada di dalam direktori /etc/bind, yang merupakan lokasi default untuk file konfigurasi DNS yang dikelola oleh BIND9 (Berkeley Internet Name Domain). Dengan mengetikkan nano giri, kemungkinan besar pengguna ingin membuat atau mengedit file konfigurasi khusus atau file zona DNS.


12. Kemudian ubah nama domain yang awalnya adalah localhost, dibuah menjadi giri.net, kemudian ubah ip menjadi 10.10.10.11, kemudian tambahkan kembali di bawah kemudian ubah bagian (@) menjadi www, jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.

13. Kemudian masuk ke dalam perintah nano mahida, yang dijalankan di direktori /etc/bind adalah instruksi dalam sistem operasi berbasis Linux (seperti Ubuntu) untuk membuka atau membuat file teks bernama "mahida" menggunakan editor teks Nano. Nano adalah editor teks ringan berbasis terminal yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengedit file teks langsung dari antarmuka command line (terminal). pengguna berada di dalam direktori /etc/bind, yang merupakan lokasi default untuk file konfigurasi DNS yang dikelola oleh BIND9 (Berkeley Internet Name Domain). Dengan mengetikkan nano mahida, kemungkinan besar pengguna ingin membuat atau mengedit file konfigurasi khusus atau file zona DNS.


14. Kemudian ubah nama domain yang awalnya adalah localhost, dibuah menjadi mahida.id, kemudian ubah ip menjadi 10.10.10.16, kemudian tambahkan kembali di bawah kemudian ubah bagian (@) menjadi www, jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


15. Kemudian masuk ke dalam perintah nano satria, yang dijalankan di direktori /etc/bind adalah instruksi dalam sistem operasi berbasis Linux (seperti Ubuntu) untuk membuka atau membuat file teks bernama "satria" menggunakan editor teks Nano. Nano adalah editor teks ringan berbasis terminal yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengedit file teks langsung dari antarmuka command line (terminal). pengguna berada di dalam direktori /etc/bind, yang merupakan lokasi default untuk file konfigurasi DNS yang dikelola oleh BIND9 (Berkeley Internet Name Domain). Dengan mengetikkan nano satria, kemungkinan besar pengguna ingin membuat atau mengedit file konfigurasi khusus atau file zona DNS.


16. Kemudian ubah nama domain yang awalnya adalah localhost, dibuah menjadi satria.org, kemudian ubah ip menjadi 10.10.10.20, kemudian tambahkan kembali di bawah kemudian ubah bagian (@) menjadi www, jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


17. yang dijalankan di dalam direktori /etc/bind, adalah instruksi untuk membuka file konfigurasi named.conf.options menggunakan editor teks Nano. File ini merupakan bagian dari sistem konfigurasi BIND9 (Berkeley Internet Name Domain), yaitu salah satu perangkat lunak server DNS yang paling umum digunakan. File named.conf.options ini berisi pengaturan global untuk layanan BIND, seperti pengaturan server DNS forwarder (penerusan permintaan DNS ke server lain), daftar kontrol akses (ACL), dan aturan rekurens (recursion).


18. Dalam file konfigurasi untuk BIND9 yang berada di /etc/bind/named.conf.options, pengaturan server DNS dikustomisasi agar sesuai dengan lingkungan jaringan lokal. Elemen-elemen utama yang ditampilkan dalam file ini berhubungan dengan penerusan DNS (DNS forwarders). Blok forwarders digunakan untuk menentukan server DNS hulu yang akan menerima permintaan jika server lokal tidak bisa menyelesaikan nama domain. Dalam contoh ini, server dikonfigurasi untuk meneruskan permintaan DNS yang tidak dapat diselesaikan ke server lokal dengan alamat IP 192.168.161.192. Praktik ini umum dilakukan di lingkungan perusahaan atau ISP untuk mempercepat pencarian DNS dan memusatkan pencatatan (log) permintaan DNS.


19. Perintah ini digunakan di Ubuntu untuk memulai ulang layanan server DNS BIND9. Melakukan restart pada layanan ini berarti server BIND9 akan dihentikan dan langsung dijalankan kembali, sambil memuat ulang semua file konfigurasi, file zona, dan pengaturannya. Tindakan ini sangat penting dilakukan setelah mengubah file konfigurasi seperti named.conf.local, named.conf.options, atau file zona, agar perubahan yang dilakukan bisa diterapkan. Dengan me-restart layanan ini, administrator memastikan bahwa server DNS berjalan dengan pengaturan terbaru. Ini merupakan praktik umum dalam administrasi sistem untuk menerapkan perubahan tanpa harus me-reboot seluruh sistem operasi.


20. Perintah nano /etc/resolv.conf digunakan di sistem Linux, khususnya pada distribusi seperti Ubuntu, untuk membuka file bernama resolv.conf yang terletak di direktori /etc menggunakan editor teks nano. File ini sangat penting dalam mengatur konfigurasi DNS (Domain Name System) pada sistem.


21. Bagian atas adalah komentar yang menjelaskan bahwa file ini dikelola oleh systemd-resolved, sebuah komponen dari manajer sistem systemd. Pengguna diperingatkan untuk tidak mengedit file ini secara langsung, karena isinya dihasilkan secara dinamis oleh sistem. Baris yang diawali dengan search menetapkan domain pencarian otomatis, seperti:
search giri.net
search mahida.id
search satria.org

Baris yang diawali nameserver menunjukkan alamat IP dari server DNS yang akan digunakan untuk menyelesaikan nama domain:
nameserver 10.10.10.11
nameserver 10.10.10.16
nameserver 10.10.10.20

Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


22. Perintah ini digunakan di Ubuntu untuk memulai ulang layanan server DNS BIND9. Melakukan restart pada layanan ini berarti server BIND9 akan dihentikan dan langsung dijalankan kembali, sambil memuat ulang semua file konfigurasi, file zona, dan pengaturannya. Tindakan ini sangat penting dilakukan setelah mengubah file konfigurasi,  agar perubahan yang dilakukan bisa diterapkan. Dengan me-restart layanan ini, administrator memastikan bahwa server DNS berjalan dengan pengaturan terbaru. Ini merupakan praktik umum dalam administrasi sistem untuk menerapkan perubahan tanpa harus me-reboot seluruh sistem operasi.


23. Kemudian mencoba ping ke dalam masing-masing domain yang sudah dibuat dengan perintah: 
ping www.giri.net
ping www.mahida.id
ping www.satria.org,
jika perintah Ping yang sukses ke semua domain, menunjukkan bahwa konfigurasi DNS berfungsi dengan baik, dan bahwa server yang terkait dengan domain tersebut aktif dan dapat dijangkau di dalam jaringan lokal.


24. Kemudian masukkan perintah apt install resolvconf, berfungsi untuk membuat resolv conf menjadi permanen.


25. Gambar tersebut menunjukkan isi file /etc/resolvconf/resolv.conf.d/head yang sedang diedit menggunakan editor nano pada sistem operasi Linux Ubuntu. File ini merupakan bagian dari sistem konfigurasi resolvconf, yang digunakan untuk mengelola dan menghasilkan file /etc/resolv.conf secara dinamis. 

search giri.net
search mahida.id
search satria.org, Baris-baris ini memerintahkan sistem untuk secara otomatis menambahkan domain ini ketika menyelesaikan nama host yang tidak lengkap.

nameserver 10.10.10.11
nameserver 10.10.10.16
nameserver 10.10.10.20
Baris-baris ini menunjukkan alamat IP dari server DNS yang akan digunakan untuk menyelesaikan permintaan nama domain. Server ini bisa saja berada di jaringan lokal. Configurasi ini di file head, Anda memastikan bahwa pengaturan DNS tersebut selalu disisipkan ke konfigurasi sistem DNS utama, bahkan saat jaringan berubah atau sistem di-reboot. Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.



26. resolvconf --enable-updates. Perintah ini digunakan untuk mengaktifkan pembaruan otomatis terhadap konfigurasi resolver DNS yang dikelola oleh resolvconf. Jika fitur ini diaktifkan, setiap perubahan yang dilakukan oleh antarmuka jaringan (misalnya, saat terhubung ke jaringan baru atau VPN) atau perubahan manual pada file sumber resolvconf seperti /etc/resolvconf/resolv.conf.d/head akan secara otomatis diterapkan ke file /etc/resolv.conf

resolvconf -u. Perintah ini merupakan singkatan dari "update", dan digunakan untuk memperbarui ulang file /etc/resolv.conf secara manual dengan membaca ulang semua konfigurasi terbaru dari sumber resolvconf. Perintah ini sangat berguna setelah Anda membuat perubahan pada file seperti head, base, atau tail.


27. Kemudian restart bind9 dengan perintah systemctl restart bind9, Melakukan restart pada layanan BIND9 sangat penting untuk memastikan bahwa setiap perubahan yang dilakukan pada konfigurasi DNS server (seperti file zona atau file konfigurasi utama) segera diterapkan dan dijalankan dengan benar.


28. Kemudian mencoba ping ke dalam masing-masing domain yang sudah dibuat dengan perintah: 
ping www.giri.net
ping www.mahida.id
ping www.satria.org.


29. Kemudian mencoba ping pada pc client dengan masuk ke dalam windows client, kemudian masuk ke dalam cmd (command promt), kemudian ping ke dalam semua domain, jika berhasil maka konfigurasi dns sudah benar.


30. Kemudian masukkan perintah nano apache2.conf, perintah ini digunakan dalam sistem berbasis Linux (seperti Ubuntu) untuk membuka file konfigurasi utama Apache HTTP Server bernama apache2.conf dengan menggunakan editor teks Nano.

File ini berada di direktori /etc/apache2/apache2.conf dan berisi pengaturan penting yang mengontrol cara kerja, performa, dan struktur dari web server Apache.



31. Kemudian pada bagian directory var/www, ubah menjadi dirfectory /home, fungsinya untuk mengubah atau mengarahkan ke dalam file home, jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


32. cd /etc/apache2/sites-available/
Berpindah ke direktori sites-available, yaitu tempat Apache menyimpan file konfigurasi virtual host yang tersedia.

ls
Menampilkan daftar semua file dalam direktori tersebut. Di sini terlihat file seperti 000-default.conf dan default-ssl.conf.

cp 000-default.conf giri.conf
Membuat salinan dari file konfigurasi default milik Apache dan memberinya nama baru giri.conf. Biasanya ini dilakukan untuk membuat konfigurasi website baru dengan format yang sudah ada sebagai template.

ls
Menjalankan kembali perintah daftar isi direktori untuk memastikan bahwa file giri.conf telah berhasil dibuat.


33. dijalankan di dalam direktori /etc/apache2/sites-available/. Perintah ini berfungsi untuk membuka file bernama giri.conf menggunakan editor teks Nano, yaitu editor berbasis terminal yang sederhana dan sering digunakan di sistem Linux. File giri.conf biasanya merupakan file konfigurasi virtual host dari web server Apache. Dengan membukanya menggunakan nano, pengguna dapat mengedit secara manual pengaturan-pengaturan yang menentukan bagaimana Apache harus menangani permintaan (request) untuk domain atau subdomain tertentu.


34. Menentukan nama domain yang akan digunakan oleh virtual host ini. Jadi, saat pengguna membuka www.giri.net di browser, Apache akan menggunakan pengaturan ini untuk melayani permintaan. Menentukan lokasi folder tempat file website disimpan. Dalam kasus ini, website disimpan di direktori /home/giri/. Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


35. cp digunakan untuk membuat salinan persis dari file giri.conf dan menyimpannya sebagai file baru dengan nama mahida.confIni sangat berguna dalam pengaturan server web Apache, khususnya saat ingin membuat konfigurasi virtual host baru dengan cara menduplikasi file yang sudah ada. Misalnya, jika file giri.conf berisi konfigurasi virtual host untuk domain www.giri.net, maka file tersebut bisa disalin dan isi dari mahida.conf dapat diedit untuk membuat konfigurasi baru bagi domain lain, seperti www.mahida.id.


36. dijalankan di dalam direktori /etc/apache2/sites-available/. Perintah ini berfungsi untuk membuka file bernama mahida.conf menggunakan editor teks Nano, yaitu editor berbasis terminal yang sederhana dan sering digunakan di sistem Linux. File giri.conf biasanya merupakan file konfigurasi virtual host dari web server Apache. Dengan membukanya menggunakan nano, pengguna dapat mengedit secara manual pengaturan-pengaturan yang menentukan bagaimana Apache harus menangani permintaan (request) untuk domain atau subdomain tertentu.


37. Menentukan nama domain yang akan digunakan oleh virtual host ini. Jadi, saat pengguna membuka www.mahida.id di browser, Apache akan menggunakan pengaturan ini untuk melayani permintaan. Menentukan lokasi folder tempat file website disimpan. Dalam kasus ini, website disimpan di direktori /home/mahida/. Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


38. cp digunakan untuk membuat salinan persis dari file giri.conf dan menyimpannya sebagai file baru dengan nama satria.confIni sangat berguna dalam pengaturan server web Apache, khususnya saat ingin membuat konfigurasi virtual host baru dengan cara menduplikasi file yang sudah ada. Misalnya, jika file giri.conf berisi konfigurasi virtual host untuk domain www.giri.net, maka file tersebut bisa disalin dan isi dari satria.conf dapat diedit untuk membuat konfigurasi baru bagi domain lain, seperti www.satria.org.


39. dijalankan di dalam direktori /etc/apache2/sites-available/. Perintah ini berfungsi untuk membuka file bernama satria.conf menggunakan editor teks Nano, yaitu editor berbasis terminal yang sederhana dan sering digunakan di sistem Linux. File giri.conf biasanya merupakan file konfigurasi virtual host dari web server Apache. Dengan membukanya menggunakan nano, pengguna dapat mengedit secara manual pengaturan-pengaturan yang menentukan bagaimana Apache harus menangani permintaan (request) untuk domain atau subdomain tertentu.


40. Menentukan nama domain yang akan digunakan oleh virtual host ini. Jadi, saat pengguna membuka www.satria.org di browser, Apache akan menggunakan pengaturan ini untuk melayani permintaan. Menentukan lokasi folder tempat file website disimpan. Dalam kasus ini, website disimpan di direktori /home/satria/. Jika sudah klik CTRL+X, Y, ENTER.


41. Menjalankan perintah cd /home/, yang memberi instruksi kepada sistem untuk berpindah ke direktori kerja saat ini, yaitu direktori /home. Direktori ini biasanya digunakan untuk menyimpan folder milik masing-masing pengguna pada sistem Linux. Misalnya, setiap akun pengguna yang dibuat di sistem akan memiliki folder tersendiri di dalam /home yang berisi file pribadi, konfigurasi, dan pengaturan lingkungan desktop-nya. Setelah berhasil berpindah ke direktori /home, pengguna menjalankan perintah ls. Perintah ini digunakan untuk menampilkan semua direktori dan file yang ada di lokasi saat ini—dalam hal ini adalah /home. Hasil dari perintah ini menunjukkan bahwa terdapat folder bernama team9, yang menunjukkan adanya akun pengguna atau folder proyek dengan nama tersebut.


42. perintah adduser giri dijalankan. Perintah ini digunakan untuk membuat akun pengguna baru dengan nama pengguna giri. Sistem kemudian secara otomatis melakukan serangkaian tindakan berikut: Sistem memulai dengan membuat grup baru bernama giri, Kemudian, sistem membuat akun pengguna baru dengan nama giri dan secara otomatis menempatkannya dalam grup yang baru dibuat. Direktori home pribadi di /home/giri dibuat untuk pengguna tersebut. File konfigurasi default disalin dari direktori /etc/skel/ ke dalam direktori home pengguna yang baru. Selanjutnya, sistem meminta administrator untuk membuat dan mengonfirmasi kata sandi bagi pengguna giri. Setelah kata sandi berhasil diatur, sistem memberikan opsi kepada administrator untuk memasukkan informasi tambahan pengguna, seperti nama lengkap, nomor ruangan, telepon kantor, telepon rumah, dan informasi lainnya. Setelah semua informasi dimasukkan (atau dilewati dengan menekan Enter), sistem meminta konfirmasi apakah informasi tersebut sudah benar. Administrator mengonfirmasi dengan mengetik y, sehingga proses pembuatan pengguna baru selesai. Proses ini memastikan bahwa akun pengguna baru dibuat dengan semua pengaturan dan izin dasar yang diperlukan untuk dapat digunakan secara mandiri di lingkungan Linux.


43. perintah adduser mahida dijalankan. Perintah ini digunakan untuk membuat akun pengguna baru dengan nama pengguna mahida. Sistem kemudian secara otomatis melakukan serangkaian tindakan berikut: Sistem memulai dengan membuat grup baru bernama mahidaKemudian, sistem membuat akun pengguna baru dengan nama mahida dan secara otomatis menempatkannya dalam grup yang baru dibuat. Direktori home pribadi di /home/mahida dibuat untuk pengguna tersebut. File konfigurasi default disalin dari direktori /etc/skel/ ke dalam direktori home pengguna yang baru. Selanjutnya, sistem meminta administrator untuk membuat dan mengonfirmasi kata sandi bagi pengguna mahida. Setelah kata sandi berhasil diatur, sistem memberikan opsi kepada administrator untuk memasukkan informasi tambahan pengguna, seperti nama lengkap, nomor ruangan, telepon kantor, telepon rumah, dan informasi lainnya. Setelah semua informasi dimasukkan (atau dilewati dengan menekan Enter), sistem meminta konfirmasi apakah informasi tersebut sudah benar. Administrator mengonfirmasi dengan mengetik y, sehingga proses pembuatan pengguna baru selesai. Proses ini memastikan bahwa akun pengguna baru dibuat dengan semua pengaturan dan izin dasar yang diperlukan untuk dapat digunakan secara mandiri di lingkungan Linux.


44. perintah adduser satria dijalankan. Perintah ini digunakan untuk membuat akun pengguna baru dengan nama pengguna satria. Sistem kemudian secara otomatis melakukan serangkaian tindakan berikut: Sistem memulai dengan membuat grup baru bernama satriaKemudian, sistem membuat akun pengguna baru dengan nama mahida dan secara otomatis menempatkannya dalam grup yang baru dibuat. Direktori home pribadi di /home/satria dibuat untuk pengguna tersebut. File konfigurasi default disalin dari direktori /etc/skel/ ke dalam direktori home pengguna yang baru. Selanjutnya, sistem meminta administrator untuk membuat dan mengonfirmasi kata sandi bagi pengguna mahida. Setelah kata sandi berhasil diatur, sistem memberikan opsi kepada administrator untuk memasukkan informasi tambahan pengguna, seperti nama lengkap, nomor ruangan, telepon kantor, telepon rumah, dan informasi lainnya. Setelah semua informasi dimasukkan (atau dilewati dengan menekan Enter), sistem meminta konfirmasi apakah informasi tersebut sudah benar. Administrator mengonfirmasi dengan mengetik y, sehingga proses pembuatan pengguna baru selesai. Proses ini memastikan bahwa akun pengguna baru dibuat dengan semua pengaturan dan izin dasar yang diperlukan untuk dapat digunakan secara mandiri di lingkungan Linux


45. perintah ls dijalankan di dalam direktori /home. Perintah ls digunakan untuk menampilkan daftar isi dari suatu direktori. Ketika dijalankan tanpa opsi tambahan, perintah ini hanya akan menampilkan nama-nama file dan direktori yang ada di direktori kerja saat ini, yang dalam kasus ini adalah /home.
Sebagai hasil dari perintah ini, terminal menampilkan empat nama direktori: giri, mahida, satria, team9
Setiap entri ini mewakili direktori home milik pengguna di dalam sistem. Di Linux, setiap pengguna biasanya memiliki folder tersendiri di bawah direktori /home untuk menyimpan file pribadi, konfigurasi, dan pengaturan lingkungan desktop mereka. Direktori ini biasanya dibuat secara otomatis saat pengguna baru ditambahkan menggunakan perintah seperti adduser.


46. Perintah ls dijalankan untuk menampilkan semua file konfigurasi yang ada di direktori ini. Perintah a2dissite 000-default.conf kemudian dijalankan. Ini adalah perintah khusus di Apache yang merupakan singkatan dari "Apache 2 Disable Site", yang artinya menonaktifkan konfigurasi situs tertentu. Dalam hal ini, situs 000-default.conf, yang merupakan situs default dari Apache, dinonaktifkan.


47. mengaktifkan beberapa konfigurasi virtual host di Apache menggunakan perintah a2ensite. Perintah ini merupakan singkatan dari “Apache 2 Enable Site”, yang digunakan untuk mengaktifkan file konfigurasi tertentu yang berada di direktori /etc/apache2/sites-available/. Setiap kali perintah dijalankan dengan nama file konfigurasi (seperti giri.conf, mahida.conf, atau satria.conf), Apache akan membuat symbolic link dari file tersebut ke direktori /etc/apache2/sites-enabled/. Ini memberi tahu Apache agar menyertakan konfigurasi situs tersebut saat dijalankan. Walaupun ketiga situs sudah diaktifkan, Apache belum menerapkan perubahan tersebut sampai layanan dimuat ulang menggunakan perintah systemctl reload apache2, yang akan memuat ulang konfigurasi tanpa menghentikan koneksi aktif.

48. Perintah: cd /var/www/html/
Perintah ini digunakan untuk mengubah direktori kerja saat ini ke /var/www/html, yang merupakan direktori web default untuk Apache di sistem berbasis Debian seperti Ubuntu.
Semua file yang ditempatkan di dalam direktori ini bisa diakses oleh pengunjung melalui web server — biasanya dengan membuka http://localhost atau alamat IP server melalui browser.

Perintah: ls
Perintah ini digunakan untuk menampilkan daftar isi dari direktori saat ini.
File index.html ini biasanya adalah halaman sambutan atau halaman utama default yang ditampilkan saat pengguna mengakses situs tanpa menyebutkan file tertentu (misalnya hanya mengetik nama domain saja).


49. menyalin file halaman web default bernama index.html dari direktori root Apache (/var/www/html/) ke dalam direktori home masing-masing pengguna (giri, mahida, dan satria).
Tindakan ini biasanya dilakukan ketika ingin membuat website khusus pengguna atau lingkungan pengujian personal.

Berikut penjelasan tiap perintah:
  1. Perintah: cp index.html /home/giri/
    Perintah ini menyalin file index.html ke direktori home milik pengguna giri.
    Ini memungkinkan pengguna tersebut memiliki salinan lokal dari halaman web default, yang bisa mereka ubah atau tampilkan melalui virtual host pribadi.

  2. Perintah: cp index.html /home/mahida/
    Melakukan hal yang sama untuk pengguna mahida, dengan memberikan salinan file web default.

  3. Perintah: cp index.html /home/satria/
    Menyalin file index.html ke direktori milik pengguna satria.

Dengan menyebarkan file ini ke direktori masing-masing pengguna, administrator memungkinkan setiap pengguna untuk menjalankan versi situs mereka sendiri atau menyesuaikan kontennya, terutama jika direktori home mereka sudah dikonfigurasi sebagai root dokumen virtual host Apache.



50. masuk ke dalam direktori home milik pengguna giri, lalu bersiap untuk membuka dan mengedit file index.html menggunakan editor teks terminal bernama nano.
Berikut penjelasan rinci untuk setiap perintah:
  1. Perintah: cd giri/
    Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori bernama giri, yang berada di dalam /home. Ini biasanya adalah direktori home milik pengguna giri.

  2. Perintah: ls
    Perintah ls menampilkan daftar semua file dan direktori dalam folder saat ini. Di sini, hasilnya menampilkan index.html, yang menandakan bahwa file tersebut sudah berhasil disalin sebelumnya.



51. Perintah: nano index.html
Perintah ini membuka file index.html menggunakan editor teks nanonano adalah editor teks berbasis terminal yang sederhana dan mudah digunakan, yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengubah isi file. Dengan membuka index.html, pengguna kini dapat mengedit konten halaman web default—misalnya menambahkan nama pengguna, menyesuaikan teks, atau menyisipkan elemen HTML.


52. <title>giri</title>
Elemen ini menentukan judul halaman web yang muncul di tab browser. Dalam kasus ini, hanya ditampilkan kata “giri”, yang kemungkinan merujuk pada nama pengguna atau nama proyek.


53. Bagian ini menampilkan logo Ubuntu dari direktori icons, dan menampilkan pesan sambutan “Welcome to giri!!!” menggunakan tag span yang diberi gaya. Ini berfungsi sebagai sambutan ramah bagi siapa pun yang mengunjungi situs web.


54.  berisi pesan personal dalam bahasa Indonesia, yaitu “hallo saya giri!”, yang berarti “Halo, saya giri!”.


55. Perintah ini digunakan untuk menghentikan sementara lalu memulai kembali layanan web server Apache2. Ini biasanya dilakukan setelah melakukan perubahan konfigurasi pada Apache, seperti mengaktifkan atau menonaktifkan situs virtual (virtual hosts), agar semua perubahan terbaru bisa diterapkan dengan benar.


56. Perintah ini menjalankan w3m, yaitu browser berbasis teks yang berjalan di terminal, untuk membuka dan melihat isi dari situs web www.giri.net. Alat ini sangat berguna untuk menguji tampilan halaman web langsung dari server, terutama di lingkungan yang tidak memiliki antarmuka grafis.


57. Hasil dari perintah w3m www.giri.net.


58. Kemudian pindah file menuju file mahida, Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori bernama mahida, yang berada di dalam /home. Ini biasanya adalah direktori home milik pengguna mahida.


59.  Perintah ini membuka file index.html menggunakan editor teks nanonano adalah editor teks berbasis terminal yang sederhana dan mudah digunakan, yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengubah isi file. Dengan membuka index.html, pengguna kini dapat mengedit konten halaman web default—misalnya menambahkan nama pengguna, menyesuaikan teks, atau menyisipkan elemen HTML.


60. Bagian ini menampilkan logo Ubuntu dari direktori icons, dan menampilkan pesan sambutan “Welcome to mahida!!!” menggunakan tag span yang diberi gaya. Ini berfungsi sebagai sambutan ramah bagi siapa pun yang mengunjungi situs web.


61. berisi pesan personal dalam bahasa Indonesia, yaitu “hallo saya giri!”, yang berarti “Halo, saya giri!”.


62. Perintah ini digunakan untuk menghentikan sementara lalu memulai kembali layanan web server Apache2. Ini biasanya dilakukan setelah melakukan perubahan konfigurasi pada Apache, seperti mengaktifkan atau menonaktifkan situs virtual (virtual hosts), agar semua perubahan terbaru bisa diterapkan dengan benar.


63. Perintah ini menjalankan w3m, yaitu browser berbasis teks yang berjalan di terminal, untuk membuka dan melihat isi dari situs web www.mahida.id Alat ini sangat berguna untuk menguji tampilan halaman web langsung dari server, terutama di lingkungan yang tidak memiliki antarmuka grafis


64. Hasil dari perintah w3m www.mahida.id.


65. Kemudian pindah file menuju file mahida, Perintah ini digunakan untuk berpindah ke direktori bernama satria, yang berada di dalam /home. Ini biasanya adalah direktori home milik pengguna satria.


66. Bagian ini menampilkan logo Ubuntu dari direktori icons, dan menampilkan pesan sambutan “Welcome to satria!!!” menggunakan tag span yang diberi gaya. Ini berfungsi sebagai sambutan ramah bagi siapa pun yang mengunjungi situs web.


67. berisi pesan personal dalam bahasa Indonesia, yaitu “hallo saya giri!”, yang berarti “Halo, saya satria!”


68. Perintah ini digunakan untuk menghentikan sementara lalu memulai kembali layanan web server Apache2. Ini biasanya dilakukan setelah melakukan perubahan konfigurasi pada Apache, seperti mengaktifkan atau menonaktifkan situs virtual (virtual hosts), agar semua perubahan terbaru bisa diterapkan dengan benar. Perintah ini menjalankan w3m, yaitu browser berbasis teks yang berjalan di terminal, untuk membuka dan melihat isi dari situs web www.satria.org Alat ini sangat berguna untuk menguji tampilan halaman web langsung dari server, terutama di lingkungan yang tidak memiliki antarmuka grafis.


69. Hasil dari perintah w3m www.satria.org.


RESULT TEST: 

  • Kemudian mencoba mengakses pada pc client, masukkan nama domain yang sudah dibuat, misal: www.giri.net. Akan menampilkan hasil dari konfigurasi share hosting pada domain giri.

  • Kemudian mencoba mengakses pada pc client, masukkan nama domain yang sudah dibuat, misal: www.mahida.id. Akan menampilkan hasil dari konfigurasi share hosting pada domain mahida.


  • Kemudian mencoba mengakses pada pc client, masukkan nama domain yang sudah dibuat, misal: www.satria.org. Akan menampilkan hasil dari konfigurasi share hosting pada domain satria.

THANK YOU.

Post a Comment

Previous Post Next Post